Pengertian ESA (Electronic Spark Advance)



Electronik Spark Advance atau yang lebih dikenal dengan ESA adalah sebuah sistem yang menggunakan teknologi Electronik Control Unit atau ECU untuk menentukan waktu pengapian yang kerjanya berdasarkan sinyal dari berbagai sensor yang ada pada mesin. ECU pada mesin menentukan waktu pengapian dari waktu yang optimal dalam memori sesuai dengan kondisi mesin, ECU kemudian mengirimkan sinyal ke igniter atau pematik. Waktu pengapian yang optimal biasanya ditentukan dengan kecepatan mesin dan massa tekanan udara pada manifold.

Related Posts:

Prinsip Kerja Sistem Bahan Bakar Diesel



Pada mesin diesel hanya udara bersih yang dihisap dan dikompresikan. Bahan bakar dan udara dicampur di dalam silinder dengan cara setelah udara dikompresikan, bahan bakar disemprotkan kedalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran. Persyaratan tekanan udara kompresi 1,5-4 Mpa (15-40 bar) sehingga temperatur udara naik 700-900oc. Bahan bakar harus dikabutkan halus, oleh pompa injeksi pada tekanan (100-250 bar). 

Ada dua cara penyemprotan bahan bakar kedalam ruang bakar yaitu injeksi langsung dimana injection nozzle menyemprotkan bahan bakar langsung keruang bakar utama (main combustion chamber) pada akhir langkah kompresi. Udara tertekan dan menerima pusaran cepat akibatnya suhu dan tekanannya naik bahan bakar cepat menguap dan menyala dengan sendirinya setelah disemprotkan. 

Related Posts:

Komponen Sistem Bahan Bakar Diesel Dan Fungsinya


Sistem bahan bakar diesel adalah sistem yang berfungsi untuk menyediakan dan mensuplai bahan bakar yang bertekanan tinggi ke dalam silinder mesin diesel. Mesin diesel menghasilkan energi pembakaran yang tinggi jika dibandingkan dengan mesin bensin, oleh karena itu pada penggunaannya mesin diesel sering dipakai pada kendaraan-kendaraan yang membutuhkan tenaga besar, truk, dan sebagainya. Berkaitan dengan sistem bahan bakar diesel,Otomotif Sky kali ini akan membahas  artikel tentang komponen-komponen sistem bahan bakar diesel serta fungsi masing-masing komponennya.

Berikut ini komponen-komponen sistem bahan bakar diesel dan fungsinya:


Related Posts:

Sistem Pelumasan Engine



Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi semua mesin otomotif. Umur dan service yang diberikan oleh mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada pelumasannya. Pada motor bakar,  pelumasan bahkan lebih sulit dibanding pada mesin-mesin lainnya, karena di sini terdapat panas terutama di sekitar torak dan silinder, sebagai akibat leadakan dalam ruang pembakaran. 



Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan mekanis adalah untuk melenyapkan gesekan, keausan dan kehilangan daya. Tujuan lain dari sistem pelumasan engine adalah:


Related Posts:

Jenis-Jenis Transmisi Manual Pada Kendaraan



Salah satu jenis transmisi yang kita kenal adalah transmisi manual.Transmisi manual merupakan gabungan roda-roda gigi yang memindahkan putaran dan momen poros engkol ke roda-roda penggerak.

Sedangkan tujuan utama transmisi adalah untuk memindahkan tenaga mesin sesuai dengan kondisi pengendaraan, juga dapat memenuhi tujuan lain sperti dibawah ini, disesuaikan dengan karakterristik mesin yang banyak digunakan pada kendaraan dewasa ini.


Related Posts:

Sistem Pengisian Pada Mobil



Sistem Pengisian merupakan bagian dari sistem kelistrikan yang terdapat pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor, dimana sistem pengisian ini mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan. Seperti di ketahui bahwa pada sebuah kendaraan terdapat sebuah komponen yang berfungsi menyimpan arus listrik yaitu battery. tapi apa jadinya apabila battery tu kehabisan listrik karena terpakai untuk kepeluan kendaraan, apakah kita harus mengganti batere setiap battery kehabisan listrik? tentu tidak oleh karena itu di perlukan sebuah sistem untuk mengisi kembali battery di saat battery telah lemah atau kosong. Dan sistem ini di sebut sistem pengisian (Charging Syste).

Related Posts:

Cara Kerja Regulator Pada Sistem Pengisian Konvensional



   Sebelum kita mempelajari cara kerja sistem pengisian konvensional, maka sebagai dasarnya sobat harus mengetahui prinsip kerja regulator. Apa itu regulator? Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang mengalir ke kumparan rotor atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga sehingga output alternator selalu stabil yakni pada tegangan 13,8 volt sampai dengan 14,8 volt walaupun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator maka pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor akan diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kecil. Begitupula ketika mesin berputar lambat, maka tegangan alternator akan turun namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kuat. Lalu bagaimana cara kerja regulator tersebut?

Cara Kerja Regulator Pada SIstem Pengisian Konvensional


Related Posts:

Cara Melepas Dan Memasang Ban Mobil Menggunakan Tyre Changer



Melepas ban atau membongkar ban dari pelek kadang dibutuhkan ketika terjadi kebocoran pada ban, atau ketika mengganti ban dengan yang baru, maupun merubah posisi ban yang terkikis pada satu sisinya. Dan ketika melepas ban atau memasang ban harus mengikuti prosedur atau dengan cara yang benar, karena jika tidak justru akan merusak ban itu sendiri atau bahkan merusak komponen-komponen yang ada pada roda. Melepas dan memasang ban, baik ban dalam maupun ban luar sebetulnya tidak terlalu sulit dan semua bisa melakukannya.Kali ini oto sky akan menjelaskan bagaimana melepas ban menggunakan tyre changer.

Cara Melepas Dan Memasang Ban  Mobil Menggunakan Tyre Changer


Related Posts:

Cara Membaca Kode Ukuran Ban Dan Pelek


Ban adalah sebuah suku cadang dari sebuah kendaraan bermotor (roda 2 atau roda 4) yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam peranannya menentukan keselamatan dalam berkendaraan. Sehubungan dengan fungsi ban pada kendaraan yang sangat penting itu, maka perlu mengetahui cara membaca kode ban, cara pemakaian dan perawatan ban yang lebih baik agar tidak hanya diperoleh manfaat keselamatan saja, tetapi juga manfaat keekonomisan, manfaat kenyamanan, dan sebagainya. 

Cara Membaca Kode Ukuran Ban Dan Pelek


Related Posts:

Jenis-Jenis Pola Tread Ban Dan Fungsinya



Macam-macam Pola Tapak (Tread Pattern) Pada Ban. Wheel atau roda terdiri dari pelek (rim) dan ban (tire). Pelek berfungsi untuk menahan beban vertikal dan horizontal, beban pengereman dan beban-beban lainnya yang tertumpu pada ban. Sedangkan tire atau ban berfungsi untuk menopang seluruh berat kendaraan, bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan memindahkan gerakan dan daya pengereman ke jalan serta menyerap kejutan yang diterima dari permukaan jalan  yang tidak rata. Ban dipasangkan pada pelek roda.

Jenis-Jenis  Pola Tread Ban Dan Fungsinya


Related Posts:

Penjelasan Spooring Dan Cara Spooring Pada Mobil



Kenyamanan dalam berkendara adalah syarat mutlak yang harus dimiliki suatu kendaraan, dalam hal ini adalah mobil. Karena hal itu juga berhubungan dengan keamanan untuk pengendara, penumpang, kendaraan itu sendiri maupun kendaraan orang lain. Salah satu faktor yang sangat berperan adalah kondisi steering atau kemudi. Agar kemudi dapat bekerja dengan baik maka diperlukan pemeriksaan secara rutin yaitu spooring pada mobil.

Penjelasan Spooring Dan Cara Spooring Pada Mobil

Related Posts:

Cara Balance Roda Menggunakan Wheel Balancer

Sejarah Singkat Roda Dan Ban
Cara Balance Roda Menggunakan Wheel Balancer



    Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran.

Related Posts: